
Perkuat Tata Kelola Lembaga, Pembina dan Pengurus AICRF Matangkan Arah Strategis Organisasi
BANDA ACEH – Jajaran Pembina dan Pengurus Harian Yayasan Ketangguhan Komunitas Aceh Indonesia (AICRF) menggelar pertemuan silaturahmi sekaligus konsolidasi kelembagaan bertempat di Banda Aceh pada 22 Agustus 2026. Pertemuan ini difokuskan untuk memperkuat fondasi organisasi sebagai lembaga kemanusiaan dan sosial yang berkomitmen membangun ketangguhan komunitas (Community Resilience) secara berkelanjutan.

Bagi AICRF, ketangguhan sejati harus dimulai dari dalam tubuh organisasi. Oleh karena itu, sinergi yang solid antara Pembina, Pengawas, dan Pengurus menjadi kunci utama untuk memastikan tata kelola lembaga berjalan profesional, bertanggung jawab, transparan, dan berintegritas tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pembina AICRF Khatib A. Latief, bersama para Anggota Pembina lainnya yakni Jafar Hanafi, Husaini Ismail, Muslem Daud, dan Said Azhar, memaparkan arah strategis lembaga ke depan. Turut hadir memperkuat barisan pengurus harian yaitu Imran (Ketua), Dewi Phoennadiyani (Sekretaris), dan Monarsyah (Bendahara).
Penguatan tata kelola AICRF ini berpijak pada prinsip Integritas, Akuntabilitas, Transparansi, Responsibilitas, dan Profesionalisme. Langkah ini merupakan komitmen nyata untuk menjaga dan merawat kepercayaan publik serta para pemangku kepentingan.
Semangat perbaikan tata kelola ini ditopang kuat oleh nilai dasar AICRF yang terangkum dalam akronim RAISE:
- Resilience: Membangun ketangguhan di tengah masyarakat.
- Action: Bergerak cepat dalam tindakan nyata.
- Integrity: Menjunjung tinggi kejujuran dan prinsip moral.
- Sustainability: Memastikan keberlanjutan program jangka panjang.
- Empathy: Mengedepankan kepedulian mendalam serta menjaga martabat manusia.

Meski berakar di Bumi Serambi Mekkah, AICRF menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dan memperluas kapasitas kerja kemanusiaan ke berbagai wilayah di Indonesia, membawa misi ketangguhan dan aksi kolaboratif bagi masyarakat luas.