Yayasan Ketangguhan Komunitas Aceh Indonesia (Aceh Indonesia Community Resilience Foundation/AICRF)

Yayasan Ketangguhan Komunitas Aceh Indonesia (Aceh Indonesia Community Resilience Foundation/AICRF) adalah organisasi kemanusiaan yang berfokus pada peningkatan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana dan tantangan sosial-ekonomi.

AICRF bekerja melalui pendekatan berbasis komunitas dengan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan program, sehingga menghasilkan solusi yang berkelanjutan, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan serta konteks lokal.

Yayasan Ketangguhan Komunitas Aceh Indonesia (AICRF) merupakan organisasi nirlaba kemanusiaan yang berkomitmen pada penguatan ketahanan, perlindungan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan dalam menghadapi risiko bencana, krisis kemanusiaan, serta dampak perubahan iklim.

Berakar dari pembelajaran Aceh pasca Tsunami 2004, AICRF berkembang sebagai lembaga yang mengintegrasikan pengetahuan lokal dengan praktik terbaik global dalam membangun ketangguhan komunitas jangka panjang.

Didukung oleh sumber daya manusia yang sebagian merupakan mantan staf Save the Children (StC) Indonesia pada Program Respons Tsunami Aceh 2004, AICRF memiliki kapasitas teknis yang kuat, pengalaman lapangan yang luas, serta pemahaman terhadap standar kemanusiaan internasional dalam merancang dan melaksanakan program yang efektif, berkualitas, dan berkelanjutan.

Hal ini menjadikan AICRF sebagai lembaga lokal yang siap berperan strategis dalam pelaksanaan program kemanusiaan, pembangunan, serta penguatan ketangguhan komunitas secara berkelanjutan.

Ketangguhan (resilience) merupakan kemampuan individu, keluarga, dan komunitas untuk:
a. Mengantisipasi dan mengurangi risiko
b. Merespons krisis secara efektif
c. Pulih dan beradaptasi secara berkelanjutan

AICRF tidak hanya hadir dalam situasi darurat, tetapi juga secara berkesinambungan melakukan kajian, pengembangan kapasitas, serta inovasi yang memberikan solusi yang kontekstual dan aplikatif melalui pendekatan multipihak dan lintas sektor, dengan menempatkan masyarakat sebagai aktor utama.

Menjadi yayasan kemanusiaan yang terpercaya dan berkomitmen untuk memperkuat ketangguhan komunitas secara berkelanjutan, melalui respons cepat dan perlindungan terhadap martabat manusia. (To be a Trusted Humanitarian Foundation Committed to Sustainably Strengthening Community Resilience through Rapid Response and the Protection of Human Dignity).

Misi 1: Meningkatkan Kapasitas dan Kesiapsiagaan Komunitas

Misi 2: Membangun dan Memperkuat Sistem Peringatan Dini dan Respons Cepat

Misi 3: Memperkuat Jaringan Multi-Pihak dan Kolaborasi Strategision

Misi 4: Mengembangkan Ketahanan Ekonomi dan Pemberdayaan Berkelanjutan

Misi 5: Mengadvokasi Kebijakan Berbasis Bukti dan Pengelolaan Pengetahuan

  1. Kemanusiaan (humanity);
  2. Ketangguhan (resilience);
  3. Integritas (integrity);
  4. Inklusivitas (inclusivity);
  5. Kolaborasi (collaboration);
  6. Inovasi (innovation); dan Keberlanjutan (sustainability).

    1. kemanusiaan (humanity) dan penghormatan terhadap martabat manusia;
    2. kesetaraan, inklusivitas, dan non-diskriminasi;
    3. partisipasi bermakna dan pemberdayaan masyarakat;
    4. perlindungan kelompok rentan dan penerima manfaat;
    5. akuntabilitas dan transparansi;
    6. integritas, pencegahan konflik kepentingan, dan tanggung jawab profesional;
    7. perlindungan, keselamatan, dan prinsip do-no-harm;
    8. keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan;
    9. kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta standar yang relevan; dan
    10. penghormatan terhadap konteks budaya, kearifan lokal, dan nilai keislaman Aceh dengan tetap menghormati keberagaman.

    Merepresentasikan ketangguhan komunitas, penghormatan terhadap martabat manusia, nilai-nilai kemanusiaan universal, dan kerja kolektif lintas sektor dan geografi dalam merespons kebutuhan dan krisis, sekaligus membangun masa depan yang berkelanjutan.

    Ketangguhan bukan berarti tanpa kerentanan, melainkan hadirnya kekuatan kolektif untuk bangkit bersama.

    1. Memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan komunitas dalam seluruh siklus penanggulangan bencana, meliputi mitigasi, kesiapsiagaan, respons darurat, dan pemulihan, melalui pendidikan, pelatihan, dan pendampingan berkelanjutan;
    2. Mengembangkan dan memperkuat sistem peringatan dini dan respons cepat berbasis komunitas yang terintegrasi dengan sistem yang relevan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana;
    3. Mendukung pengembangan kapasitas, infrastruktur, dan mekanisme respons yang memperkuat ketangguhan komunitas secara kontekstual dan berkelanjutan;
    4. Memperkuat koordinasi, kemitraan, dan kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah, masyarakat, komunitas, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kemanusiaan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung penanganan risiko bencana dan krisis secara efektif dan terkoordinasi;
    5. Mendorong pembelajaran, pengembangan pengetahuan, kebijakan berbasis bukti, dokumentasi praktik baik, advokasi pengurangan risiko bencana, serta pengembangan ekonomi dan mata pencaharian masyarakat yang tangguh terhadap bencana dan perubahan iklim.

    1. Kesiapsiagaan, Pengurangan Risiko Bencana, dan Tanggap Darurat;
    2. Pendidikan dan Pengembangan Kapasitas;
    3. Kesehatan, Gizi, dan Perlindungan;
    4. Pemberdayaan Ekonomi, Mata Pencaharian, dan Pemulihan;
    5. Air, Sanitasi, Higiene, dan Lingkungan;
    6. Infrastruktur dan Mekanisme Ketangguhan Komunitas;
    7. Sosial, Keagamaan, dan Pemberdayaan Masyarakat;
    8. Kemitraan, Kolaborasi, dan Pengembangan Kapasitas;
    9. Penelitian, Pengembangan Pengetahuan, Dokumentasi, dan Advokas.

    Yayasan Ketangguhan Komunitas Aceh Indonesia (AICRF) berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang tangguh, mandiri, dan bermartabat melalui program-program kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.

    Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, donor, dunia usaha, akademisi, media, serta berbagai mitra strategis lainnya, AICRF optimistis dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

    Sejalan dengan slogan “Tangguh Bersama, Bersatu dalam Karya”, AICRF percaya bahwa kolaborasi, solidaritas, dan aksi nyata merupakan fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berdaya menghadapi berbagai tantangan di masa depan..

    Share with